Tahun ini berbeda sekali dengan tahun-tahun lalu, da’wah, menyeru kepada kebaikan pun ikut juga berbeda. kali ini luarr biaasa da’wah di tempat yang sangat jauh dari daratan, bertepatan di laut biru nama tempatnya pelangi charlie salah satu kapal laut milik perusahaan minyak china, biasa disebut CNOOC, perjalanan ditempuh lumayan jauh, hampir 4-5 jam, dengan mengendarai kapal laut pastinya, yang beawal di plabuhan tanjung priok, kami menaiki salah satu kapal bersama dengan para asatidz juga para karyawan CNOOC…al-hamdulillah meskipun sedikit terkocok-kocok baik anggota badan juga kepala, tapi dengan izin Allah sampailah kita disana, istirahat sejenak di kapal yang lumayan besar, kita biasa menyebut dengan Terminal, satu demi satu para asatidz disebar ke kapal-kapal yang lain (Seperti’ Rasulullah Saw mengirim sahabat-sahabtnya ke berbagai lapisan dunia).. diriku pun menuju kapal yang mungkin paling jauh diantara mereka, sekitar 1-2 jam dari terminal. dari bersama-sama dengan asatidz juga para karyawan tinggallah diriku seorang, lalu sampailah sampai tujuan. diriku disambut dengan hangat dengan para pekerja yang penuh dengan keletihan yang tampak diwajah mereka, hari demi hari kujalani dengan hentakan ombak, angin sepoi-sepoi, pemandangan yang bisa dilihat hanyalah lautan, para pekerja galian minyak dari berbagai perusahaan yang berbeda, klinik beserta dokternya, fitness room, tempat olah raga, dan lapangan yang biasanya helikopter turun diatasnya. diriku istirahat di kamar yang terdiri dengan 2 kasur tingkat, 1 kulkas, 2 lemari dan satu kamar mandi, mushola pun terdiri dari 2 mushola. setiap ba’da sholat isya ada acara ta’lim, ceramah, tanya jawab seputar keislaman. dan tak kalah serunya, tahun ini sangat berbeda dengan tahun berikutnya, diriku baru pertama kalinya lebaran idul adha berada di lautan, takbir pun berkumandang dengan suasana haru dan bahagia, mengapa tidak? karena mereka jauh dari keluarga istri, dan anak, kita pun mengadakan sholat Ied berjama’ah dan mendegarkan ceramah. dilanjutkan dengan makan ketupat beserta lauk pauknya… untuk makan dan sejenisnya biasanya kita 3 kali dalam satu hari.. mereka pun biasanya menyebut dirinya dengan istilah PKS = Pekerja Keras Sehat. setelah menempuh 3 hari selama disana, pengalaman, tantangan,gelombang laut yang begitu dahsyat, sampai-sampai didaratpun masih terasa seperti gempa, ilmu pun kudapat banyak, dengan perasaan yang sedih karena meninggalkan sahabat-sahabat perjuangan baik dikampus (MT-Alkhwarizmi) maupun di yayasan Al-Wafi tercinta..apa mau dikata Allah berkehendak lain. maafkan daku wahai sahabat-sahabat dan ustadz-ustadzku..meski jasadku tak nampak akan tetapi pikiranku tetap berada disana. ini terbukti dengan komunikasi yang sangat kuusahakan meskipun ditengah lautan.berita mengejutkan pun kudapat, bahwa sekitar tanjung periok terjadi pasang air laut, yang memang ku sudah rasakan betapa dahsyatnya gelombang laut pada saat itu, seakan-akan kapal laut itu pun terasa mau terbanting, melebihi kora-kora yang ada di dunia fantasi. akan tetapi semua hal tersebut kujalani dengan selalu berdo’a dan bersyukur kepada Allah Swt, dan Al-hamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan izin Allah SWT.

