Tepat hari senin , tanggal 31 Maret 2008, kira-kira pukul 06. 45 ada seseorang menelepon saya, masih dalam keadaan setengah sadar, maklum setelah sholat subuh , istirahat kembali, karena keadaan yang letih. Tumben-tumbenan ada yang telpon pagi hari, langsung saya mengangkatnya waalaikumussalam wr. wb…….wal hasil ada kabar katanya akh Oka lagi dapat musibah campur panik, tegang sempat meneteskan air mata, yang terjadi adalah ayah a’Oka jatuh pingsan lalu ada pendarahan diotaknya..dikarenakan hal itu, kami pun bersama-sama menelponnya, tapi tak ada yang mengangkatnya sama halnya dengan yang lain. Akan tetapi hanya mendapatkan balasan via sms…yang tertulis..mohon doanya aja…sms itu pun belum saya hapus sampai hari ini.

Dan kami pun mendoakannya :

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ.

“Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, agar menyembuhkan penyakitnya…”

Setelah itu, keadaan ikhwah yang lain pun sempat panik, bingung, apa yang harus dilakukan..?? apa yg haru dibantu..?? berfikir sejenak, alangkah baiknya kita tunggu saja kabarnya dan selalu kita doakan untuk mendapatkan yang terbaik…kira-kira pukul 11.30-an….hp saya bordering kembali…lalu saya pun mengangkatnya..yang menelpon akh Oka, suasana pun sedikit berbeda, nada sunyi, ramai penuh dengan duka cita, kesedihan yang amat dalam, Akh oka pun bersuara sedikit berbeda dari biasanya, agak serak-serak, bercampur sedih penuh dengan tangisan sambil berkata : “akhi Bapak ane meninggal…meninggal”……….suara pun yang terdengar hanya isak tangis…dan saya hanya bisa berkata : Akhi bersabarlah…bersabarlah..bersabarlah…. dimana antum saat ini?? lalu hp pun mati.

Setelah itu saya memberanikan diri untuk menelpon kembali…kemudian diangkatlah..sambil dijawab: antum langsung kerumah ane aja….mau dibawa pulang dari rumah sakit…

Dan saya pun memberitahukan ke ikhwah lain….dan berencana berangkat bersama-sama dan kumpul dimushola syahdan. Menunggu dimushola ternyata memakan waktu dikarenakan ikhwah kita sedikit banyak yang telat, baik acara suka maupun duka, tetap istiqpmah, tetap telat. kondisi agak panik, karena ada kabar bahwa ayahnya akan dimakamkan segera ba’da ashar..lalu langsunglah saya mengajak yang lain untuk segera berangkat. Wal hasil ada salah satu ikhwah yang telat dan pun kita tinggal. dikarenakan waktu yang mendesak, sambil berkata afwan akhi…..

Sampailah kami di Galaxi, ada sebuah masjid dekat dari situ.dari luar tampak kerumunan orang-orang dan mobil yang keluar dari dalam. Mereka berbondong-bondong.. keluar, dikawal dengan polisi menuju ke tempat pemakaman. Dan kami pun melihat akh Oka…berseragam hitam.

Sampailah kami di pemakaman, meski sedikit nyasar, terkecoh dalam perjalanan menuju tempat pemakaman, Alhamdulillah jenazah belum dikebumikan. Dikarenakan menunggu anak dan keluarganya… beberapa menit kemudian akh Oka beserta keluarga datang …

Lalu menguburkannya , sebelum dikuburkan jenazah sempat diadzankan dan dikomatkan oleh anak tercinta akh Oka… suasana khusyu’ isak tangis menyelimuti pada suasana pada saat itu. akh Oka pun melakukan adzan dan ikomat dengan suara penuh dengan lautan kesedihan…

Jenazahpun dikebumikan, anak-anak, istri, keluarganya penuh dengan kesedihan, melihat seseorang yang dicintai dengan amat sangat akan segera meninggalkan dari tatapannya. Dan yang paling banyak meneteskan air mata pada saat itu adalah akh Oka….hingga langit pun tak kuasa menahan kesedihannya, itu terlihat dengan adanya hujan, gerimis…ini merupakan tanda-tanda keberkahan..karena memang hujan adalah berkah dari Allah swt….

Acara pemakan ditutup dengan sambutan-sambutan dari rekan-rekan Mandiri, Tausiyah yang menyentuh Qolbu dan berakhir dengan salam-salaman kepada keluarga yang berduka cita, dan kami pun berpelukan dengan akh Oka…

Kemudian kami sholat magrib berjama’ah disalah satu mushola dekat dengan kediaaman akh Oka.. sebelum pamit, kami sempat diceritakan kejadiannya. Dari awal sampai akhir, pendek cerita, ayah akh Oka baru pulang dari lembang setelah mengikuti outbond, dan sampailah dirumah dalam keadaan letih kemudian meminta tk. Urut untuk memijatnya. Selang waktu malam ayahnya tertidur di ruang tamu, dan dibangunkan oleh akh Oka, katanya pada saat dibangunkan juga agak sulit tak seperti biasanya. Keesokan harinya tepat setelah menunaikan sholat subuh, ayahnya masuk kedalam kamar mandi, beberapa menit kemudian jatuhlah ia..terdengar dari dalam kamar mandi suara ayah yang sedang tidur…ibu dari akh Oka mendengarnya. Alhamdulillah pintu kamar mandi tak sempat ia kunci, dengan demikian agak mudah mengeluarkannya akan tetapi ayahnya jatuh pingsan tepat didepan pintu kamar mandi, sehingga akh Oka sedikit kesulitan mengeluarkannya, dengan penuh kesabaran sedikit demi sedikit akhirnya pun bisa dikeluarkan. Lalu keluarga memanggilakan dokter , dokterpun segera datang dengan cepat. Setelah diperiksa, sang dokter meminta agar ayahnya segera di bawa kerumah sakit. wal hasil dibawalah ayahnya kerumah sakit, meski saran dokter membawanya alangkah baiknya jikalau menggunakan ambulance, akan tetapi mengingat ayahnya yang sempat berkata : sakit..sakit…dan membutuhkan pertolongan dengan cepat.. akhirnya dibawa jugalah dengan kendaraan Trajet..di dalam mobilpun ayahnya sudah dalam keadaan tak sadar dan kaki menjalar ke anggota badan lainnya sudah membiru…kemudian sampailah di RS. Singkat cerita dengan kondisi yang seperti itu, ayahnya dibantu oleh alat-alat, baik pernafasan dll, tak ketinggalan pula pompa untuk membantu jantung tuk berdetak. Selain itu juga dibantu dengan obat-obatan, detakan jantungpun bergerak..akan tetapi turun kembali setelah minum obat, dan terus di bantu lagi….keluarga pun setelah berdiskusi dengan pihak RS. Sepertinya akan mendapatkan kondisi yang sama.meskipun dipaksakan dengan bantuan alat-alat. Kelurga akhirnya memutuskan untuk mencabut semua alat-alat yang menempel dibadan ayahnya. Setelah itulah Allah lebih mencintainya…dan diambillah ia oleh Allah SWT …”Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali”.

Hikmah kejadian ini :

· Mirip dengan imtihan / ujian pada saat saya sekolah, guru pernah berkata, ujian, ulangan bagaikan maut ia tak dapat diketahui kapan datangnya…

· Trauma yang belum hilang sampai saat ini, setiap ada yang telpon ke hp, khawatir berita-berita musibah…

· Teringat sang ayah tercinta H. M. Toha…Allah yarham….

· Keimanan yang meningkat…

· Teringat dengan sebuah pesan “ kejarlah dunia seakan-seakan engkau hidup selamanya”, “kejarlah akhirat seakan-akan engkau mati esok”!.

· Berusaha sekuat tenaga untuk memperbanyak bekal, karena kita tak tahu wafat kapan akan menghampiri kita.

· Menceritakan hal ini, tiba-tiba tanganpun sempat berdiam.

Ya Allah wafatkanlah kami semua dalam keadaan husnul khatimah…

Ya Alllah masukkanlah kami semua kedalam syurga-MU

Ya Allah ampunilah kesalahan-kesalahan ayah Akh Oka..

Ya Allah masukkanlah Ia ke syurga-MU..

Ya Allah berikanlah kesabaran dan ketabahan kepada akh Oka beserta keluarga

Amiiin…

Wallahu a’lam bishowab

Muhasabah diri..

Hari demi hari ,
Langkah disusun di sisi
Dengan harapan dapat di isi,
Tapi dengan apakah perlu dipenuhi
Adakah dengan hasrat al-hawa yang tiada mati
Atau dengan panduan wahyu-Nya agar diri diridhoi

Wahai diri yang selalu sepi,
Karena tiada usaha mau mengisi,
Bukalah kelopak mata dari nyenyak mimpi
Basuhlah hati dengan tangisan di pipi
Yang mengalir sebab terasa jauhnya diri
Bukan karena impian dunia yang hilang sebentar tadi

Wahai pemilik mulut ini,
Yang sering mengatakan perkara yang jarang dilakukan diri
Menegur mereka seolah diri bersih suci
Tetapi hakikat diri sendiri tiada mau peduli
Persoalkan lah diri dan hati
Mampukah diri bertawajjuh dalam mahkamah Ilahi
Atas kesalahan tiada buat atas teguran tadi
Dalam tindak tanduk sehari-hari

Muhasabahlah diri sendiri wahai diri
Yang akan menutup mata sebentar lagi
Dan tiada bangkit untuk kesekian kali

Allahummagfirlahu warhamhu waafiihi wa’fu anhu wawassi’mudkholahu…

Allahumma laatahrimna ajrohu wala taftinna ba’dahu wagfirlana walahu…