Bulan yg dinanti-nantikan dan dirindu-rindukan kedatangannya..dan ditangisi kepergiannya… Rabu, Sep 5 2007 


p1310274.jpg

Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalm hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan orang-orang yang berdosa

· Persiapan menjelang bulan Ramadhan

· Niatkan rasa suka cita dalam hati kita akan datanya bulan suci Ramadhan, “Barang siapa dihatinya merasa gembira akan kedatangan bulan Ramadhan, maka Allah haramkan jasadnya untuk masuk neraka” – Al-hadits

· Memohon maaf kepada kedua orang tua, suami/ istri, anak saudara dan para sahabat atau kerabatnya anda, dimana setiap hari anda berhubungan dengannya, lupakan kesalahan saudara muslim anda yang pernah terjadi selama anda berhubungan.

· Bersihkan pakaian Taqwa dari hadas, najis maupun penyakit hati (iri, dengki, hasad, hasut, tamak, loba, sombong, mencela, dendam, berbohong, dll) sebelum dan ketika menjalankan ibadah puasa maupun sesudahnya.

· Niatkan dalam hati untuk melaksanakan ibadah puasa ini dengan penuh kesungguhan dan sekuat tenaga untuk menjalankan ibadah-ibadah nafilah (tambahan/ sunnah)

· Tingkatkan iman dan taqwa, selenggarakan atau hadiri kajian-kajian Islam ditempat anda beriaktivitas.

· Perbanyak membaca dan memahami Al-Quran kalau mampu upayakan khatam 1 (satu) juz selam ibadah puasa dan jadikan amalan dalam hidupmu setelah Ramadhan.

· Lakukan aktivitas anda sehari-hari dan tingkatkan kualitasnya selama ibadah puasa, tinggalkan perbuatan maksiat dan perbuatan yang sia-sia tanpa nilai pahala.

· Tingkatkan amal ma’ruf nahi munkar, saling nasehat menasehati dijalan Allah dan perbanyak bersabar.

· Usahakan anda beri’tikaf (berdiam diri/ menginap di dalam masjid untuk memperbanyak kegiatan ibadah) selama 10 (sepuluh) hari terakhir Ramadhan, sesuai sunnah rasul. Ingatlah, bukan pakaian yang baru yang diterima disisi Allah SWT, tetapi kebagusan ibadah-mulah selama Ramadhan yang dinilai oleh Allah sendiri, karena “shaum/ puasa itu untuk-Ku”, firman Allah dalam hadits.

Pribadi Berdzikir Minggu, Jul 15 2007 

img_7551.jpg

Pribadi berdzikir
Zikir menjadi kepribadiannya
Alloh tujuannya
RasuluLlah Saw teladan dalam hidupnya
Dunia inipun menjadi surga sebelum surga sebenarnya
Bumi menjadi mesjid baginya
Rumah, kantor bahkan hotel sekalipun menjadi musholla baginya
Tempat ia berpijak meja kerja, kamar tidur hamparan sajadah baginya
Kalo dia bicara, bicaranya dakwah
Kalo dia berdiam, diamnya berzikir
Napasnya tasbih
Matanya pernuh rahmat Alloh, penuh kasih sayang
Telinganya terjaga
Pikirannya baik sangka, tidak sinis, tidak pesimis dan tidak suka
memvonis
Hatinya SubhanaLlah diam-diam berdoa
Doanya diam-diam
Tangannya bersedekah
Kakinya berjihad
ia tidak mau melangkah sia-sia
kekuatannya silaturahim
Kerinduannya tegaknya syariat Alloh
Kalo memang haq tujuannya, maka sabar dan kasih sayang strateginya
Asma amanina cita-cita tertinggi teragung syahid di jalan Alloh
Dan..
Sungguh menarik
Kesibukannya ia hanya asyik memperbaiki dirinya
Tidak tertarik mencari kekurangan apalaagi aib orang lain

Hadirilah majelis-majelis zikir
Raihlah kepribadian berzikir
Dengan selalu hadir menikmati hidangan hidayah Alloh terlezat…
ZikruLlah

-Ustadz Muhammad Arifin Ilham-

SEPULUH WASIAT Jumat, Jul 6 2007 

picture1.jpg 

Bacalah — Renungilah — Kemudian Terus Beramal

(1) Apabila saudara mendengar azan, maka bangunlah sembahyang serta merta walau bagaimana keadaan sekalipun.

(2) Bacalah al-Quran, atau tatapilah buku-buku, atau pergilah mendengar perkara-perkara yang baik ataupun. amalkanlah zikrullah, dan janganlah sama sekali saudara membuang masa walau sedikit pun dalam perkara yang tidak berfaedah.

(3) Berusahalah seberapa daya upaya untuk bertutur dalam Bahasa Arab yang betul; kerana Bahasa Arab yang betul (itu, adalah satu-satunya syiar Islam). 

(4) Janganlah banyak bertengkar dalam apa-apa perkara sekalipun kerana pertengkaran kosong itu tidak memberi sebarang apa pun jua kebaikan.

(5) Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

(6) Janganlah bergurau kerana umat yang sedang berjuang itu tidak mengerti melainkan bersungguh sungguh dalam setiap perkara.

 (7) Janganlah saudara bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki oleh para pendengar kerana percakapan yang nyaring begitu adalah suatu resmi yang sia-sia malah menyakiti hati orang.

(8) Jauhilah daripada mengumpat-ngumpat peribadi orang, mengecam pertubuhan-pertubuhan, dan janganlah bercakap melainkan apa-apa yang boleh memberi kebajikan.

(9) Berkenal-kenalanlah dengan tiap-tiap saudara Ikhwan Muslimin yang saudara bertemu dengannya sekalipun ia tidak meminta saudara berkenalan; kerana asas gerakan Dakwah kita ialah berkasih sayang dan berkenal-kenalan.

(10) Kewajipan-kewajipan kita lebih banyak daripada masa yang ada pada kita; oleh itu tolonglahsaudaramu sendiri tentang cara-cara bagaimana hendak mengguna masa dengan berfaedah dan jikasaudara mempunyai tugas sendiri maka ringkaskanlah pelaksanaannya. 

-Imam As-Syahid Hasan Al-Banna-